Kirab Agung Keraton Surakarta, Cara Raja Berkomunikasi dengan Rakyat

Kirab Agung yang menjadi rangkaian acara Tingalan Dalem Jumenengan ke-19 atau peringatan naik tahta Raja Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau Keraton Surakarta, Sampeyan Ndalem Ingkang Sinuhun Kanjeng Susuhunan (SISKS) Paku Buwono XIII pada Kamis, 16 Februari 2023, tetap dilangsungkan meski Kota Solo dalam kondisi diguyur hujan.

Paku Buwono XIII bahkan mengikuti langsung prosesi kirab itu dengan naik Kereta Garuda Kencana bersama permaisurinya.

Hercules Siap Dukung Gibran Maju Pilkada DKI Jakarta 2024 Tak ketinggalan, Wali Kota Solo Gibran Rakabuming Raka turut serta dalam kirab dengan menumpang di kereta milik putra mahkota Keraton Kasunanan Surakarta Kanjeng Gusti Pangeran Haryo (KGPH) Purboyo atau Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Anom (KGPAA) Hamengkunegoro Sudibya Rajaputra Narendra Mataram.

Kepada awak media, Gibran mengaku senang Kirab Agung dapat dilangsungkan meski kondisi hujan.

Menurut dia, warga cukup antusias menonton kirab tersebut.

“Hujan tapi masih meriah ya.

Antusias warga luar biasa,” kata Gibran.

Perjalanan Politik Kaesang Pangarep, Semula Tak Mau Kemudian Berniat Maju Sebelumnya, keberangkatan Kirab Agung direncanakan pada pukul 14.00 WIB.

Namun, karena kondisi hujan sangat deras, tertunda hingga sekitar pukul 16.00 WIB.

Setelah hujan agak reda, kirab pun dimulai dengan rute perjalanan dari Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat menuju Jalan Pakoe Boewono, lalu ke arah Gapura Gladag ke utara menuju Jalan Jenderal Sudirman.

Setelah itu belok ke timur melalui Jalan Mayor Kusmanto.

Lalu, belok ke selatan melalui Jalan Kapten Mulyadi, belok ke barat melalui Jalan Veteran.

Berlanjut belok ke utara melalui Jalan Yos Sudarso.

Lalu belok ke timur melalui Jalan Brigjen Slamet Riyadi.

Belok ke selatan melalui Jalan Pakoe Boewono dan kembali ke Keraton Surakarta.

Adik Paku Buwono XIII KGPH Dipokusumo menjelaskan kirab merupakan suatu cara komunikasi politik raja kepada masyarakat.

“Biasanya raja pertama kali harus berkomunikasi kepada masyarakat.

Beliau sebagai raja menyampaikan inilah raja yang sedang bertahta,” kata dia.

Gusti Dipo menyatakan sosok inti dalam perhelatan kirab agung adalah SISKS Pakubuwono XIII, sedangkan yang lain hanya mengiringi sebagai bagian dari Keraton Surakarta.

“Inti dari prosesi kirab itu justru Sinuhun.

Kita jadi pengiring pengombyong.

Nanti menyebar udik-udik.

Maknanya adalah berbagi kepada masyarakat,” ujarnya.

Pilihan Editor: Tradisi Tingalan Dalem Jumenengan Keraton Surakarta, 9 Penari Remaja Bawakan Tarian Bedhaya Ketawang

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *