Sama-Sama Kuliner Timur Tengah, Ini Bedanya Shawarma dan Kebab

Bagi pecinta kuliner Timur Tengah, sudah tidak asing lagi dengan Shawarma.

Di negara asalnya, yaitu Turki, shawarma dijadikan sebagai makanan cepat saji dan street food yang cukup terkenal.

Akan tetapi, tidak sedikit orang yang sulit membedakan shawarma dengan kebab.

Lantas, apa perbedaan keduanya? Ditilik dari bahasanya, istilah shawarma diambil dari pengucapan bahasa Arab dari kata Turki evirne yang bermakna memutar.

Dikutip bashas.ca, hidangan ini menggunakan irisan tipis daging, baik daging sapi, daging kambing, daging ayam, maupun kalkun.

Kudapan yang satu ini berupa roti pipih berisi irisan daging sapi atau kambing yang dipanggang serta dipadukan dengan saus dan sayuran.

Diberitakan Tempo pada 13 Juni 2018, street food Turki yang satu ini mudah dtemukan di Indonesia.

Namun, penyajian shawarma di Turki dan Indonesia cukup berbeda.

Biasanya, salah satu bahan dalam shawarma dimodifikasi, salah satunya dengan mengganti komplemen utamanya menjadi daging ayam.

Tujuannya, rasanya bisa diterima di lidah banyak orang.

Hal ini karena tidak semua orang Indonesia doyan mengkonsumsi daging domba, kerbau, atau kalkun.

Meski tampak sama, rasa shawarma jauh berbeda dengan lumpia.

Bagi lidah orang asli Nusantara, shawarma terasa kurang berbumbu, cenderung plain dan anyep.

Kulitnya pun tidak renyah seperti lumpia.

Saat digigit, kulit shawarma terasa sedikit lembek.

Hal lain yang membedakannya dengan lumpia adalah shawarma dihidangkan bersama salad paprika, potongan kol ungu, dan kentang goreng.

Sementara kebab merupakan makanan khas Timur Tengah lainnya yang juga terbuat dari olahan daging, berupa daging ayam, daging sapi, daging kambing, maupun daging kalkun.

Irisan daging ini dipadukan dengan sayur-sayuran dan rempah-rempah.

Setelah itu, kebab disajikan dengan mayones dan dibalut dengan kulit tortilla.

Hal tersebutlah yang membedakan antara kebab dengan shawarma.

Kebab dibungkus dengan kulit tortilla sedangkan shawarma dibungkus dengan roti.

Pilihan Editor: Menjajal Shawarma Kebab Asli Timur Tengah di Utara Kampus UGM

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *